Gaya hidup (Bahasa Inggris: lifestyle) adalah bagian dari kebutuhan
sekunder manusia yang bisa berubah dari zaman ke zaman atau keinginan
seseorang untuk mengubah gaya hidupnya. Istilah gaya hidup pada awalnya
dibuat oleh psikolog Austria, Alfred Adler, pada tahun 1929.
Pengertiannya yang lebih luas, sebagaimana dipahami pada hari ini, mulai
digunakan sejak 1961.
Gaya hidup bisa dilihat dari cara
berpakaian, kebiasaan, dan lain-lain. Gaya hidup bisa dinilai relatif
tergantung penilaian dari orang lain. Gaya hidup juga bisa dijadikan
contoh dan juga bisa dijadikan hal tabu. Contoh gaya hidup baik: makan
dan istirahat secara teratur, makan makanan 4 sehat 5 sempurna, dan
lain-lain. Contoh gaya hidup tidak baik: berbicara tidak sepatutnya,
makan sembarangan, dan lain-lain. Kesehatan bergantung pada gaya hidup
(yohanes Emanuel)
(yohanes Emanuel)
Hilangnya rasa malu dari dalam diri seseorang juga hampir kita katakan
merupakan gaya hidup. Manusia akan tetap dalam kebaikan selama rasa malu
masih terpelihara. Karena rasa malu itulah yang menyebabkan seseorang
menjauhi maksiat, selalu dalam ketaatan dan kebaikan. Dan jika rasa malu
ini telah hilang dari seseorang, maka hilanglah berbagai kebaikan dari
dirinya.
Banyak contoh dan bukti yang kita jumpai saat ini,
bagaimana hilangnya rasa malu di jadikan gaya hidup, maka muncul lah
manusia manusia yang lupa diri dan bahkan melebihi dari amban batas.
Seseorang tidak lagi malu menyebar fitnah, Bermaksiat, Korupsi, kolusi
dan nepotisme seakan akan sudah menjadi kebiasaaan yang tidak lagi tabu
di masarakat kita hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar