Selasa, 19 April 2016

Tentang Gaya Hidup

Gaya hidup (Bahasa Inggris: lifestyle) adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah dari zaman ke zaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya. Istilah gaya hidup pada awalnya dibuat oleh psikolog Austria, Alfred Adler, pada tahun 1929. Pengertiannya yang lebih luas, sebagaimana dipahami pada hari ini, mulai digunakan sejak 1961.
Gaya hidup bisa dilihat dari cara berpakaian, kebiasaan, dan lain-lain. Gaya hidup bisa dinilai relatif tergantung penilaian dari orang lain. Gaya hidup juga bisa dijadikan contoh dan juga bisa dijadikan hal tabu. Contoh gaya hidup baik: makan dan istirahat secara teratur, makan makanan 4 sehat 5 sempurna, dan lain-lain. Contoh gaya hidup tidak baik: berbicara tidak sepatutnya, makan sembarangan, dan lain-lain. Kesehatan bergantung pada gaya hidup
(yohanes Emanuel)
Hilangnya rasa malu dari dalam diri seseorang juga hampir kita katakan merupakan gaya hidup. Manusia akan tetap dalam kebaikan selama rasa malu masih terpelihara. Karena rasa malu itulah yang menyebabkan seseorang menjauhi maksiat, selalu dalam ketaatan dan kebaikan. Dan jika rasa malu ini telah hilang dari seseorang, maka hilanglah berbagai kebaikan dari dirinya.
Banyak contoh dan bukti yang kita jumpai saat ini, bagaimana hilangnya rasa malu di jadikan gaya hidup, maka muncul lah manusia manusia yang lupa diri dan bahkan melebihi dari amban batas. Seseorang tidak lagi malu menyebar fitnah, Bermaksiat, Korupsi, kolusi dan nepotisme seakan akan sudah menjadi kebiasaaan yang tidak lagi tabu di masarakat kita hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar